
Operasi Hari Kesembilan, Tim Sar Cari 10 Korban Longsor Cisarua
Operasi Pencarian Korban Bencana Tanah Longsor Di Cisarua Provinsi Jawa Barat Memasuki Hari Kesembilan Pada Minggu (1/2/2026). Maka dengan langkah Operasi strategis ini memperluas cakupan area pencarian. Langkah ini di ambil setelah evaluasi hasil temuan dan kondisi lapangan yang masih menunjukkan adanya kemungkinan korban tertimbun di sejumlah titik yang sebelumnya belum tersentuh pencarian secara optimal.
Operasi sejak pukul 08.00 WIB, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta relawan mulai melakukan pencarian lanjutan pada tiga sektor utama yang telah di tetapkan. Mulai dari Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie. Perluasan area di lakukan dengan mempertimbangkan riset dan penilaian berdasarkan peta topografi serta hasil deteksi awal menggunakan teknologi modern. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa area pencarian di perluas seiring bertambahnya unsur SAR gabungan yang terlibat di lapangan.
Tim SAR Menggencarkan Asesmen Terhadap Kondisi Longsoran
Sebelum pencarian fisik di lakukan, Tim SAR Menggencarkan Asesmen Terhadap Kondisi Longsoran sejak dini hari. Penggunaan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB memberikan gambaran awal tentang kontur medan, titik bahaya, dan potensi lokasi yang mungkin menjadi tempat terakhir para korban. Data yang di kumpulkan oleh UAV tersebut kemudian di gunakan untuk merancang rute pencarian yang lebih efektif dan lebih aman.
Tidak hanya teknologi udara, tim pencarian juga memanfaatkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk menelusuri titik-titik yang di prediksi memiliki kemungkinan jejak keberadaan korban. Kerja sama antara pemandu anjing dengan SAR mengintensifkan potensi temuan di lokasi dengan medan yang berat dan tidak terjangkau oleh alat berat. Operasi pencarian di lokasi longsor tak lepas dari penggunaan alat berat. Tim SAR mengerahkan sebanyak 18 unit alat berat beragam tipe mulai dari PC 75 hingga PC 300. Untuk mempercepat pembukaan jalur dan mengangkat massa material longsoran.
Dari Operasi Tersebut, Sebanyak 78 Orang Dinyatakan Selamat
Di samping itu, pencarian secara manual juga terus di gencarkan, terutama di area yang di pandang berisiko tinggi apabila di dekati dengan alat berat. Metode manual dan teknikal memungkinkan tim SAR mengevaluasi situasi mikro di titik-titik sempit. Atau di bawah pohon tumbang serta di bawah puing bangunan yang tertimbun berat. Perpaduan metode manual dan teknologi memastikan pencarian lebih menyeluruh dan adaptif terhadap kondisi medan.
Hingga hari kesembilan operasi, total jumlah warga yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu tercatat mencapai 158 jiwa. Dari Operasi Tersebut, Sebanyak 78 Orang Dinyatakan Selamat, sementara 70 korban telah di evakuasi dalam kantong jenazah. Dan di serahkan kepada tim identifikasi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Terakhir, di ketahui terdapat 10 orang yang masih di duga tertimbun material longsoran. Dan menjadi fokus utama dalam perluasan area pencarian. Berdasarkan data terkini juga di sebutkan bahwa beberapa korban. Yang sudah di temukan telah masuk proses identifikasi oleh tim DVI (Disaster Victim Identification).
Pencarian Korban Longsor Belum Mencapai Titik Akhir
Meskipun hari demi hari berlalu, tim SAR optimistis operasi Pencarian Korban Longsor Belum Mencapai Titik Akhir. Perluasan area yang di lakukan pada hari kesembilan ini menjadi langkah strategis. Untuk memastikan tidak ada korban yang luput dari pencarian. Dengan dukungan teknologi, alat berat, keterlibatan anjing pelacak, serta metode manual. SAR berharap dapat menemukan jejak terakhir para korban yang masih belum di temukan.
Kepala Kantor SAR Bandung menegaskan bahwa operasi akan terus di laksanakan secara terukur dan terkoordinasi. Hingga seluruh korban yang masih di duga tertimbun berhasil di temukan atau sampai seluruh opsi pencarian di nyatakan telah maksimal. Keselamatan petugas tetap di prioritaskan di tengah medan yang sulit dan risiko cuaca yang dinamis Operasi.